15
Apr
08

Helm Hilang di Honda Ramayana Basuki Rahmat Surabaya

Ini ketiga kalinya ku servis di sini, karena dealer honda ini berjarak beberapa gedung dari gedung kantorku di kawasan Basuki Rahmat Surabaya. Sementara sepedaku diservis, aku bisa kembali ke kantor. Saat jam makan siang tiba aku hendak ambil motorku dan helm yang kutitipkan disana, maklum aku bawa helm karena ini adalah jalan protokol di Surabaya. Motorpun selesai diservis dan dikeluarkan, saat aku hendak ambil helm, tidak…. helmku hilang!!#$!@$!@!

Aku coba laporkan kepada petugas honda tapi mereka ga bisa membantu, hanya prihatin..so sad.., Aku sadari hal itu, karena penitipan helm ga ada yg jaga..Akupun pulang dengan menuntun sepeda motor revoku menuju kantor, melewati tepi jalan/trotoar basuki rahmat. Terpaksa deh hari ini pulang naik bus kota.. Sudahlah.. Semoga Tuhan mengampuni orang yang mengambil helmku. keep smile and strongđŸ˜€


5 Responses to “Helm Hilang di Honda Ramayana Basuki Rahmat Surabaya”


  1. 1 Deddy R
    Desember 6, 2008 pukul 8:49 am

    Non Lina, seperti Non lina lihat respons saya, Non Lina berpersepsi kalo saya ketus. Nah padahal maksud saya adalah setiap peluang tindak kriminal yang mengenai orang lain ataupun diri kita, sadar atau tidak akan menimbulkan peluang lainnya bila tidak diikuti usaha bersama untuk membuat lingkungan kita menjadi lebih baik. Sebagai contoh pada kasus ini tidak bisa dianggap si Egi tidak merangsang perbuatan jahat terjadi, lalu dengan entengnya (misalnya) berkata ” Itu kan helm-helmku sendiri, hilang toh yang rugi bukan aku!”. Tidak ! Tidak bisa begitu ! Hal ini bisa kita lihat, seandainya dalam suatu tayangan televisi ada kasus pidana yang menggunakan obat bius, maka tidak lama kemudian akan segera muncul pengikut tindak pidana sejenis ditempat lain, dan ini sudah terbukti. Artinya keberhasilan seseorang melakukan tindak pidana akan sangat mudah menginspirasi orang lain atau si pelaku untuk melakukan tindak pidana lagi. Dalam tulisan saya sangat menghimbau, agar jangan membuat keteledoran yang berakibat memudahkan tindak pidana terjadi. Sehingga dengan saling mengingatkan ini, maka orang menjadi semakin waspada sehinggA peluang-peluang tindak pidana semakin sempit. (Tentunya Non Lina sangat senang jika lingkungan anda aman dan tenteram bukan ?!)
    Dan tulisan saya ini adalah bentuk perhatian saya terhadap orang disekeliling saya agar tidak mengalami perlakuan pidana akibat kelalaian orang lain atau diri kita sendiri. OK?!

  2. 2 Lina
    November 20, 2008 pukul 3:54 am

    Perasaan postingan mengatakan kalo mas egi ga menyalahkan sapa2 deh.. dia kan cuma cerita.. mas egi juga ga meminta pertanggung jawaban honda ramayana. kog jadi deddy r yg ketus.

  3. 3 Deddy R
    November 20, 2008 pukul 3:46 am

    Mas, lain kali kalo ninggal barang itu yang jelas arahannya !
    Waktu menyerviskan kan ada serah terima barang, yang tentunya diberikan tanda terima
    oleh petugas yg berwenang. Nah saat itu mestinya harus menanyakan ke pada petugas yang bersangkutan apakah bersedia dititipi atau tidak ?! Kalau memang petugas tersebut itu
    bersedia, maka anda baru bisa menitipkan helm. Dan bila ada kehilangan maka dipastikan
    petugas tersebut yang bertanggung jawab. Anda tentunya “pantas” untuk memintai
    pertanggungan jawab. Jangan setelah terjadi hal tersebut lalu menyalahkan orang lain,
    termasuk yang mengambil. Anda yang justru memberi kesempatan untuk terjadinya
    peristiwa tersebut. Sedangkan orang yang mengambil hanya “memanfaatkan peluang yang anda
    buat ! Jangan salahkan mereka, karena jangankan “sebuah helm” sampah
    kering aja laku !!! Jadi tolong minimalisasikan “tindak kejahatan” sejenis dengan
    mempersempit peluangnya.
    Untuk pihak Ramayana, saya kira tidak bisa lepas tangan, adanya kejadian tersebut
    karena sebenarnya Ramayana “ikut andil” dalam memberikan peluang tersebut. Seyogyanya
    harus ditanamkan suatu peraturan bahwa “pegawai” anda harus ikut merasa bertanggung jawab
    atas kekecewaan dari konsumen apapun bentuknya, yang terjadi di area Ramayana.
    Semisal tidak sanggup untuk dititipi atau kalau melihat barang konsumen yang rawan
    untuk hilang, maka semua harus saling mengingatkan.
    Demikian saran-saran saya, mudah2an memberikan kebaikan bagi kita semua, mohon maaf bila
    ada yang tidak berkenan.

  4. 4 egi88
    Oktober 13, 2008 pukul 3:40 am

    akhirnya ditanggapi juga..đŸ™‚ but its okay.. gapapa… semoga ga terulang lagi.. trims !

  5. 5 Winata
    Oktober 12, 2008 pukul 4:16 pm

    Mohon maaf kalau baru hari ini kami menemukan keluhan yang didapatkan di tempat kami walaupun disebabkan oleh pihak ke 3. Memang penitipan helm umum di bengkel merupakan resiko masing2 tapi memang kami juga sangat menyesalkan kok ya ada gitu lho orang yang mau nyuri helm sesama pemakai motor…
    Sekali lagi kami mohon maaf… tapi setidaknya petugas kami harus menyarikan jalan keluar semisal ya kita pinjamin helm dan lainnya.
    thanks, gbu


Comments are currently closed.

a

Bank Post

Nilai Web Site Ini


This website is worth
What is your website worth?

Pengunjung

  • 356,027 ,056

Peduli AIDS

Iklan

Profile Faceeok

Baktyar Ersat Sukoco's Facebook profile

%d blogger menyukai ini: