14
Feb
08

Kisah Mia, PSK Surabaya Pengidap HIV

mia.jpg Mia, PSK Pengidap HIV yang Beroperasi di Tempat Hiburan Malam ingin Wujudkan Impian sebelum Maut Menjemput. Laki-laki yang suka “jajan” mungkin akan kaget begitu membaca kisah Mia (nama samaran, Red) ini. Begitu pula dengan orang yang pernah merampok dan memerkosa dia bulan lalu. Sebab, wanita penghibur berparas cantik yang biasa mangkal di tempat-tempat hiburan malam itu ternyata mengidap virus HIV.

KARDONO SETYORAKHMADI

SEKILAS tak tampak bahwa Mia termasuk pasien ODHA (orang dengan HIV/AIDS). Wajahnya selalu terlihat riang dengan dandanan yang menor. Pembawaannya juga lincah dan energik.

Tapi, bila permukaan kulit putihnya dicermati betul, terutama di lengan dan kaki, akan tampak tanda-tanda fisik bahwa Mia terinfeksi virus HIV. Di kedua bagian tubuhnya itu kini terlihat bintik-bintik hitam, salah satu tanda orang mengidap HIV/AIDS.

“(Bintik-bintik) itu karena saya mengonsumsi obat viral (obat penambah sel darah putih, Red). Efeknya memang seperti ini,” jelas wanita kelahiran 25 tahun tersebut ringan.

Kepada Jawa Pos, Mia berterus terang bahwa dirinya kini menjadi pasien HIV dan seminggu sekali harus kontrol di Unit Perawatan Intermidiet Penyakit (UPIPI) RSU dr Soetomo. Dia diketahui tertular virus mematikan tersebut sejak 2006.

“Memang seperti itu keadaannya. Yang penting, hidup harus jalan terus,” ujarnya tenang seolah-olah ingin menunjukkan bahwa HIV/AIDS boleh saja menggerogoti tubuhnya, namun tidak untuk semangat hidupnya.

Awalnya, Mia mengeluh karena batuk tak sembuh-sembuh. “Tiga bulan batuk saya tidak sembuh-sembuh. Kemudian, saya mengalami sesak napas. Aduh, rasanya mau mati saja,” ungkapnya.

Sejak itu, berat badan Mia turun drastis. Tubuhnya kurus dan dia gampang sakit. Oleh seorang kawannya, Mia lalu dipertemukan dengan Liliek Sulistyowati, pengelola Yayasan Abdi Asih, LSM yang wilayah geraknya di kawasan merah Gang Dolly dan sekitarnya. Mbak Vera -sapaan Liliek Sulistyowati- pun cukup kaget mendengar keluhan yang dilontarkan Mia. Dia langsung membawa Mia ke RSU dr Soetomo untuk mendapatkan diagnosis dokter.

“Saya sudah curiga bahwa Mia terkena HIV. Sebab, gejala-gejalanya memang seperti itu,” kata perempuan yang sering mengurusi ODHA dan para PSK marginal tersebut.

Kecurigaan Mbak Vera benar. Mia dinyatakan positif HIV. Mia pun disarankan rajin kontrol serta mengonsumsi obat viral untuk membantu melawan virus yang menghancurkan kekebalan tubuh tersebut. Mia sangat terpukul begitu mendengar vonis dokter itu. “Saya seperti divonis hukuman mati,” tegasnya.

Mia merasa seolah-olah garis hidupnya sudah dibatasi untuk tidak berlama-lama lagi di dunia. Dia pun sempat putus asa. Seminggu dirinya mengurung diri di kamar kos, tak punya gairah hidup lagi.

Tapi, kesadarannya tentang kematian yang sering muncul di benaknya membuat dirinya terpacu kembali untuk melanjutkan sisa hidupnya. “Waktu hidup saya mungkin singkat. Tapi, saya tak ingin menyia-nyiakannya,” ujarnya.

Dia kemudian berusaha menata hidupnya di jalan yang benar. Namun, berkali-kali melamar pekerjaan halal, Mia selalu ditolak. “Tak ada yang ingin mempekerjakan mantan PSK, apalagi pengidap HIV,” ungkapnya sedih.

Bahkan, untuk mencari tempat kos saja, Mia sering ditolak. “Saya sudah tiga kali diusir pemilik kos. Pertama di Kembang Kuning, kemudian di Putat Jaya, dan terakhir di Dukuh Kupang Timur. Pemilik kos takut begitu mengetahui saya menderita HIV.”

Sekarang, wanita asal Palembang tersebut tinggal di sebuah tempat kos bertarif Rp 250 ribu per bulan di kawasan Dukuh Kupang. “Pemiliknya belum tahu bahwa saya ODHA. Kalau tahu, mungkin saya diusir lagi,” katanya seraya meminta agar tidak menyebutkan persis alamat kosnya sekarang.

Meski uang kos ditanggung Mbak Vera, ternyata Mia tetap tak mampu mencukupi kebutuhan hidupnya. Maka, dia memutuskan tetap menjajakan diri lagi. Kali ini, wilayah operasinya semakin luas. Mulai diskotek, kafe, hingga hotel-hotel berbintang. “Saya tak ingin menetap di satu tempat, biar tidak gampang dihafal pelanggan,” jelasnya.

Meski fisiknya digerogoti virus mematikan, Mia ternyata tetap menarik perhatian para lelaki hidung belang. Sebab, penampilannya tak menunjukkan seperti orang yang sedang menderita penyakit berbahaya tersebut. “Tapi, saya tahu diri. Sejak sakit, saya sudah membatasi hanya akan menerima tamu, paling banyak tujuh orang dalam seminggu. Sekarang saya gampang capai,” katanya.

Tidak takut menulari pelanggan? Mia mengaku selalu menggunakan kondom saat berhubungan badan. “Ya, itu usaha saya biar tidak menulari tamu,” tegasnya.

Bukankah kondom tak menjamin pemakainya steril dari kemungkinan tertular virus HIV? Mia mengangkat bahu. “Kalau itu, isi di luar tanggung jawab percetakan,” katanya berkelakar.

Cobaan hidup, tampaknya, selalu dekat dengan Mia. Buktinya, sekitar sebulan lalu, dia dirampok oleh tamu yang mem-booking-nya di sebuah hotel. “Waktu itu hari Jumat. Saya ingat betul itu,” ujarnya.

Sebenarnya Mia sudah curiga pada tamu yang berpotongan cepak tersebut. “Dia bilang mau booking sampai pagi, tapi lagaknya seperti orang tak punya uang,” katanya.

Kecurigaan itu terbukti. Tamu tersebut merampok dirinya. Saat itu, kata Mia, tangan dan kakinya diikat di kasur. Setelah itu, si tamu dengan leluasa menggagahi dirinya. Usai menyalurkan hasrat, tamu tak dikenal tersebut merampas HP Nokia 1600 dan uang Rp 3,5 juta milik Mia. “Padahal, uang itu akan saya pakai untuk modal usaha,” jelasnya.

Dia ditinggalkan dalam keadaan terikat di kamar hotel, sebelum berhasil membebaskan diri dan melapor ke pihak hotel.

Meski menjadi korban perampokan dan perkosaan, Mia masih bisa tertawa pasca kejadian itu. “Sebab, saat memerkosa saya, dia tidak memakai kondom. Jadi, dia memang dapat HP dan uang saya, tapi juga dapat virus HIV. Biar matek,” tegasnya bernada jengkel.

Dia mengaku akan terus menjadi PSK sampai mempunyai modal yang cukup untuk membuka usaha yang halal. “Kalau tidak punya usaha apa-apa, saya mau makan apa? Apalagi, dengar-dengar, dokter Soetomo (RSU dr Soetomo, Red) berniat menghilangkan pemberian obat viral gratis itu kepada penderita HIV. Jadi, saya harus kerja lebih keras.”

Kendati kini menjadi pasien HIV, Mia masih menyimpan cita-cita hidup. “Saya ingin nikah. Kebetulan, ada seorang pria yang tak mempermasalahkan kondisi dan masa lalu saya dan bersedia menikahi saya,” ungkapnya sedikit malu-malu.

Kapan targetnya? “Saya ingin menikah tahun ini karena umur saya sudah 25 tahun,” ujarnya.

Selain menjadi ibu rumah tangga, Mia bertekad mandiri dan ingin mempunyai usaha halal. “Entah itu salon, warung, atau apa sajalah,” katanya.

Dua cita-cita itulah yang menguatkan semangatnya menghadapi gerogotan virus penyakit mematikan tersebut. “Doakan ya, semoga saya bisa mewujudkan kedua cita-cita itu sebelum mati nanti,” ujarnya dengan nada pilu. (ari)

Dikutip dari Jawapos Kamis, 14 Feb 2008,


29 Responses to “Kisah Mia, PSK Surabaya Pengidap HIV”


  1. 1 nizar-krian
    Juni 4, 2009 pukul 8:01 am

    mbak mia brtaubatlah dgn ikhlas niscaya allah swt mengampuni dosa2 mbak? amin………..

  2. 2 alimi
    Mei 8, 2009 pukul 6:02 am

    Hmmmmm, banyak psk yang bilang mereka terjerumus karena alasan ekonomi. Saya pernah punya teman yang terjerumus jadi PSK. kalo saya liat, bukan karena alasan ekonomi. cenderung karena nafsu dan kenikmatan sesaat. Semoga Tuhan memberi jalan terang buat mereka.

  3. 3 Egi
    Mei 4, 2009 pukul 1:51 am

    @sigit
    perlu diketahuia bang Sigit.. seorang positif hiv tdk bisa dilihat hanya dengan mata telanjang, pada stadium awal pengidap HIV tidak mempunyai tanda2 seperti bintik2 hitam atau badan kurus.. jadi layaknya manusia normal lainnya.. satu2nya cara untuk membuktikan adalah melakukan test hiv yg dinamakn dg test VCT.

    anehnya, setahu saya pekerja seks g mau melayani tamu jika tidak memakai kondom.. tp psk yg anda booking knp bisa mau?? itu pasti bukan tanpa alasan.. yg saya takutkan adalah psk yg abang booking udah terinfeksi.. jd dia berpikir.. pake ga pake sama aja.. kan saya udah positif HIV..
    Sebaiknya abang segera periksa VCT tiap 3bulan 1x.. untuk emmastikan abang terinfeksi atau tidak .

    SEkian..
    Terims

  4. 4 sigit
    Mei 3, 2009 pukul 5:03 pm

    Jujur, aku baru sekali berhubungan badan ama PSK (15 april 2009) dan kayaknya langsung “kapok dan trauma” setelah mbaca kisah mbak Mia diatas, takut tertular HIV. Yang aku sesali adalah waktu si PSK (namanya Sulis) menawari aku kondom tapi aku tolak, karena aku pikir kalo pake kondom kurang mantap. Tapi kalo aku ingat2.. sekujur tubuh Sulis ga ada bintik2 hitam seperti yg dimaksud mbak Mia tuh, yach meskipun begitu aku kapok deh…

  5. 5 xxx
    April 14, 2009 pukul 1:29 pm

    kita semua mendoakan yang terbaik buat mia selalu, percayalah Tuhan selalu membuka jalan bagi umatnya yang mau bertobat dan menjadi pengikut setia-Nya

  6. 6 chieeeeeeeeeeeew
    Februari 10, 2009 pukul 5:07 am

    mba..mba g sendiri,,,mba g da bdanya sm org biasa cm yg ngbedain mba hrs knsumsi obt tu seumr hdp..apa bdanya sm pnykit diabets…ingt mba nyawa Allah yg ngatur…mgkin qt smua jg akn syok mendenar akn kmatian aplagi d ksh tau dluan…tp kan kematian g da yg tao…smangat untk hdup y mba…aq ngmng gni krn ka2 laki2 aq pun seorang odha palagi dia lbh prh dr mba dia udh msk stadium 3…tp aq kan slalu mnjaga dia trmasuk aq kan slalu mendoa’kan smua ODHA but I trust 2 god.ok

  7. 7 Bintang
    Januari 30, 2009 pukul 7:50 pm

    Tidak ada kata terlambat utk bertobat, semoga dg kesungguhan Allah SWT memberikan jalan keluarnya. Amin.

  8. Januari 26, 2009 pukul 10:27 am

    Hay… Gw Arif saya penggemar Nia Rahmadani. Klw Blh Slm Knl aj dari dari Arif Nich!? Eh… monx2 mnnrut Gw Dunia Malam Tuch Manx Asyix!/ d’balik keasikan tuh banyakNya Prsoalan yg cukup kjam!GW ykin S’mua Cw yg menghibur para Pria Isenx diatuh sbenarnya baik2! ap lg sbagai pengghibur. Gw salut am wanita trsebut!

    Hay p’ra pembaca… GW ykin dgn kehadiran cwe mlm smua dunia bkin hangat pa lagi dalam hiburan sex’s wow asyick tuh!? sorry pmbaca GW bkannya ngedukung d’nia malam!? GW Ngak Jaim Qo!?

    Satu lagi GW Pnnya K’ecewaan N Ma Se’org Cewe (Inisial Chalbhuse) GW sungguh Kcewa Ma dia. skali lagi Gw Kcewa2 ttp kcewa! Than’s Bwat pembaca!?

  9. 9 vI2e_aJaH
    Januari 21, 2009 pukul 10:00 am

    ha..ha..ha..ha..ha..ha..ha..ha..ha..ha..
    biar mampus tuh prampok…!!!!
    duh, dah lama jg ya critany ?? syng bgt seh gw bru tau…!!! tp critany sedih jg . . . ga kbayang deh klo seandainy gw yg jd mia,, yg da gw bsa bnuh diri..

    bwt mia, jdilah wnita yg kuat mnghdapi hdup ni, krn itu adlh jlan slah yg tlah kamu plih..
    slam knal ya ??? vI2e_aJaH

    saaalluuuuttttttt tuk mia

  10. 10 delon
    Januari 5, 2009 pukul 1:28 pm

    semoga aku bkn orang yang akan tertular

  11. 11 iwan
    November 24, 2008 pukul 9:39 am

    mba nia sabar ya..setiap orang pernah berbuat kesalahan sy doakan dalam nama YESUS km disembuhkan baik dalam roh maupun jasmani sesembuh nanti banyak berbuat baik ya..terhadap sesamamu manusia. JLU.

  12. 12 Adi-999
    November 7, 2008 pukul 2:36 am

    Ya itu lah hidup mia, memang manusia adalah mahluk buangan dari surga, asal jng membunuh sama korupsi pasti ada tempat disurga, tempat buyut kita

  13. 13 KG
    Oktober 1, 2008 pukul 12:36 am

    Kehidupan memang kejam😦 tapi kenapa ya, selalu wanita yang jadi korban😥 ….

    Aku paling benci dikit dikit bilang “bertobatlah” “kembali ke jalan tuhan” … ciiihh munafik.

    Daripada bawa-bawa urusan Agama, mending bantuin tuh sono, jangan cuma komentar aja, suruh tobatlah, inilah itulah,, bantuin tuh… si Mia atau yang lainnya yang seperti Mia.

    Saya percaya, setiap wanita berbuat seperti itu karena terpaksa/pelampiasan/trauma, dll. Oleh karena itu sebagai Pria sudah seharusnya kita membantu mereka😦 jangan cuma memberi komentar negatif saja.

    KG@Palembang

  14. 14 eslif
    September 17, 2008 pukul 1:44 pm

    assalamu’alaikum wr wb, mb mia…..
    semoga anti cepat cepat bertobat, ALLAh menyukai hambaNya yang bertobat,
    semoga mb mia cepet bisa kembali ke jalan yang benar,
    ALLAH sedang mengingatkan mb mia, mb mia harus sabar dan cepat taubat ya………
    keep smile…
    wassalamualaikum wr wb


Comments are currently closed.

a

Bank Post

Nilai Web Site Ini


This website is worth
What is your website worth?

Pengunjung

  • 356,027 ,056

Peduli AIDS

Iklan

Profile Faceeok

Baktyar Ersat Sukoco's Facebook profile

%d blogger menyukai ini: